UBLIK SNEMBA

Ublik SMPN 4 Batu

Tag: Kata-kata membangun dunia

Kata-Katamu Membangun Duniamu

Mungkin kita masih ingat sebuah ungkapan populer pada iklan produk minuman yang menyatakan ‘mulutmu harimaumu’. Ungkapan ini memiliki makna bahwa kata-kata bisa membawa kita pada celaka. Kata-kata yang keluar dari mulut kita akan bisa menjadi awal bencana bagi kita.

Banyak masalah yang menimpa kita atau orang-orang di sekitar kita hanya gara-gara kata-kata yang mengandung unsur pelecehan seperti hujatan, umpatan, hinaan, dan seterusnya. Baik itu yang disampaikan secara langsung dari mulut kita maupun melalui media lainnya. Saat ini yang sering muncul adalah pelecehan melalui media sosial seperti twitter, facebook dan lain-lain.

Kata-kata kotor yang bernada penghinaan yang dilontarkan pada seseorang memang akan mudah membuat orang tersebut terpancing emosinya. Karena merasa terhina dia bisa melakukan apa saja kepada penghinanya. Bahkan bisa jadi si terhina itu akan membunuh si penghina. Setelah si penghina tersebut mati orangorang di sekitarnya akan merasa kehilangan. Sebaliknya si terhina yang menjadi pembunuh itu akan menghabiskan waktunya dengan mendekam di penjara, dan ini pun akan membuat keluarganya merasa terpukul.

Sebaliknya orang-orang yang bisa mengendalikan kata-katanya atau hanya menggunakan kata-katanya untuk halhal yang baik saja akan memetik buah kebajikan dari ucapannya itu. Banyak orang yang akan merasa senang dengan setiap kata-kata yang mengandung kebajikan tersebut.

Emoto, seorang peneliti dari Jepang yang meraih penghargaan internasional pun telah membuktikan bahwa katakata dapat mempengaruhi formasi kristal air. Dia bisa membuktikan bahwa gambar kristal yang paling indah adalah yang terbuat dari kata-kata yang penuh cinta. Air yang menerima kata-kata indah tersebut akan mampu membentuk kristal yang indah pula. Jika air saja bisa merespons kata-kata yang ditujukan kepadanya, bagaimana halnya dengan manusia yang 75% lebih dari bagian tubuhnya terdiri atas air.

Bisa jadi kata-kata yang ditujukan kepada seseorang akan bisa mempengaruhi karakter orang tersebut. Oleh karena itu kita harus selalu berkata-kata dengan baik agar orang yang kita ajak berkomunikasi itu juga mengeluarkan kata-kata baiknya untuk kita.

Dengan begitu kita akan bebas dari pengaruh energi negatif kata-kata yang kita ucapkan sehinga kita akan merasa aman, tenteram, damai dan mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa. Memang setiap kata-kata yang keluar dari mulut kita dapat memberikan pengaruh bagi kita atau pun orang-orang di sekitar kita, baik itu pengaruh positif ataupun pengaruh negatif. Kata-kata yang baik akan memberikan pengaruh positif dan kata-kata yang tidak baik akan memberikan pengaruh negatif.

Kata-kata yang positif dapat membangun semangat hidup seseorang, mendatangkan persahabatan, dan memberikan kebahagiaan untuk semua orang. Sementara itu kata-kata negatif dapat mempengaruhi pikiran seseorang untuk berbuat jahat dan menghancurkan hidup orang lain. Oleh karena itu kita harus senantiasa menjaga kata-kata kita agar tidak menjadi kutuk bagi orang lain, melainkan menjadi berkat dan sebuah doa untuk orang tersebut. Lidah yang tidak bertulang ini sangat mudah digerakkan. Dia bisa menjadi berkah atau pun bisa mendatangkan musibah.

Kita harus berhati-hati menggunakan lidah kita untuk berkatakata. Dan agar bisa menggunakannya dengan hati-hati maka apa yang akan kita katakan itu harus dipikir masakmasak. Kata-kata yang keluar dari mulut kita ibarat anak panah yang terlepas dari busurnya. Dia tidak akan bisa ditarik kembali.

Sebuah nasihat dalam Tembang Pangkur menyebutkan:

Ajining wong ing wicara

Rêsêp sêdhêp wijilé rum aririh

Wosing sêdya laras runtut

Grapyak gampang tinamba

Culing tutur tinampa datan ngêlantur

Solah bawa mung samdya

Karyénak tyasing sasami

(manusia ditentukan dari bicaranya; enak didengar, sedap dan halus; maksudnya jelas dan keluar teratur; akrab dan gampang diterima; katakatanya baik dan tak ngelantur; sikap dan gaya seperlunya; bisa menyenangkan semua orang).

Saat kita tidak memiliki kata-kata yang baik untuk diucapkan, maka hal yang terbaik yang harus kita lakukan adalah dengan diam dan mendengar. Dengan begitu kita akan begitu mudah untuk mengetahui saat yang tepat untuk berbicara. Namun, mengetahui kapan harus berbicara adalah hal yang jauh berbeda. Salah satu fungsi bibir adalah untuk dikatupkan.

Bagaimana kita bisa memperhatikan dan mendengarkan dengan lidah yang berkata-kata. Maka diam adalah pilihan yang tepat untuk kejernihan pikiran kita. Setelah pikiran kita jernih, maka kata-kata yang kita ucapkan bagaikan mutiara yang bersinar dari dasar samudra yang paling dalam. Butiran mutiara yang indah di dalam kerang mutiara hanya bisa tercipta bila kerang tersebut mengatupkan bibirnya rapat-rapat.

Namun demikian tidak semua diam itu berarti emas. Diam saja ketika orang bertanya kepada kita tentang sesuatu sementara kita bisa mengetahui apa yang ia tanyakan. Dan masih banyak lagi diam-diam lain yang tidak berarti emas. Oleh karena itulah orang harus mengetahui kapan dan dimana dia harus berbicara serta kapan saatnya dan di mana dia harus diam. Dan ketika berbicara kita harus bisa memelihara katakata kita, karena kata-kata itulah yang akan menjaga kita. Hal ini tentu membutuhkan pemikiran yang bijaksana.

Oleh: Miswanto, S.Ag., M.Pd.H.

UBLIK SNEMBA © 2018